Dana Renovasi Rumah

Astaga! Begini Caranya Dapat Dana Renovasi Rumah

Kita semua mengetahui bahwa merenovasi rumah membutuhkan dana yang besar. Bahkan sama mahalnya dengan kita membangun hunian. Namun sayangnya dari sebagian kita hanya mampu untuk membeli rumah, tapi ketika datang waktunya untuk memperbaiki rumah tersebut, kita terseok-seok.

Dana Renovasi Rumah
Dana untuk merenovasi rumah

Sekarang ini hampir dari kita semua ketika membeli sebuah rumah menggunakan cara Kredit Pemilikan Rumah atau KPR yang pada umumnya di angsur selama 5 hingga paling lama 20 tahun. Dengan melihat keadaan seperti itu, maka kita dapat memprediksi kualitas dari hunian itu sendiri hanya akan bertahan sekitar 7 sampai 10 tahun.

Hal itu berarti bahwa apabila hunian kita sudah menginjak setidaknya ke usia 7 tahun, maka bangunan tersebut harus mulai diperbaiki untuk memperkokoh dan sekaligus kembali dipercantik penampilannya.

Akan tetapi yang jadi permasalahannya adalah pada hunian harus diperbaiki namun angsuran KPR kita belum juga selesai. Sehingga kondisi demikian membuat kita harus mencari dana dari berbagai sumber.

Nah, supaya kita tidak khawatir ketika menghuni rumah kita sendiri yang sudah seharusnya direnovasi, maka berbagai sumber untuk mendapatkan dana renovasi rumah dapat disimak berikut ini.

Begini Cara Dapatkan Dana Renovasi Rumah!

Renovasi Rumah
Berbagai sumber untuk mendapatkan dana biaya renovasi rumah
  • Gunakanlah Refinancing atau Kredit Renovasi Rumah

Sumber pertama yang bisa kita dapatkan untuk memperoleh dana renovasi rumah adalah dengan menggunakan refinancing atau kredit renovasi rumah. Namun solusi yang satu ini hanya dapat dimanfaatkan oleh kita yang telah memiliki sertifikat lebih dari satu. Pada umumnya pihak bank akan berani memberikan pinjaman hingga sebesar 80 persen dari harga perkiraan hunian itu sendiri.

Adapun keunggulan dari solusi pertama ini yakni bunga yang ditawarkan relatif lebih rumah. Bahkan beberapa bank menjalin kerja sama dengan produsen bahan bangunan yang merupakan salah satu program layanan pembiayaan renovasi hunian.

Untuk proses dari program refinancing itu sendiri, kita wajib melampirkan kartu identitas berupa KTP/SIM atau Pasport, Kartu Keluarga, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan slip gaji untuk karyawan atau pegawai. Dan untuk mendukung proses analis kredit, biasanya pihak bank meminta kita untuk melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta Sertifikat Hak Milik (SHM).

  • Manfaatkan Fasilitas Top Up Kredit

Bagi kita yang belum melunasi cicilan KPR hunian, kita dapat memanfaatkan fasilitas Top Up kredit untuk mendanai biaya renovasi rumah. Namun solusi ini memiliki syarat yakni cicilan KPR kita sudah harus melewati setidaknya separuh dari masa kredit. Dan syarat kedua adalah kita memiliki riwayat kredit yang baik, tidak ada pembayaran yang tertunda dan pernah mendapatkan denda.

Proses dari Top Up ini sendiri adalah dengan nantinya KPR awal kita bakal ditutup dan kita akan memiliki kredit baru. Selisih dari dana plafon pinjaman kita setelah dikurangi dari sisa KPR sebelumnya, inilah yang dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan biaya renovasi bangunan.

Namun solusi yang ketiga ini memiliki kelemahan yakni proses pencairan dana terbilang lama, sekitar 1 bulan lamanya dan biayanya terbilang cukup besar.

Maksimalkan Kredit Renovasi BPJS Ketenagakerjaan

Solusi kedua untuk mendapatkan dana renovasi rumah adalah dengan memaksimalkan kredit renovasi BPJS Ketenagakerjaan. Bunga dari kredit ini terbilang lebih kecil dibandingkan kredit renovasi yang ditawarkan bank. Syarat untuk kita memaksimalkan kredit tersebut adalah kita yang sudah telah menjadi peserta dengan minimal 5 tahun.

BPJS Ketenagakerjaan
Maksimalkan program renovasi rumah dari BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan dari kredit ini sendiri adalah saldo rekening BPJS ketenagakerjaan milik kita. Prosesnya juga sangat mudah, kita hanya cukup mendatangani kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dan kita tinggal mengikuti berbagai prosedur yang berlaku.