Etika renovasi rumah

OMG! Ternyata Ada Etika Renovasi Desain Rumah

Ketika Anda telah memiliki dana untuk merealisasikan rencana renovasi rumah yang sudah digagas jauh-jauh hari. Pastinya akan terdapat banyak ide yang muncul dalam benak pikiran Anda mengenai desain rumah yang ingin diterapkan.

Etika renovasi rumah
Etika-etika ketika melakukan renovasi rumah

Secara umum, Anda akan mencari tahu dari berbagai sumber mengenai desain rumah yang cocok dengan keinginan. Namun ada satu hal yang seringkali dilewatkan oleh banyak orang, yaitu mengenai etika dalam merenovasi rumah dengan desain minimalis modern.

Tidak berbeda jauh dengan perilaku yang dimana pastinya memiliki etika. Demikian pula pada saat Anda membangun atau merenovasi sebuah rumah tinggal baik di permukiman umum maupun di komplek. Terlebih di Indonesia kebanyakan hunian tempat tinggal saling menempel pada bagian dindingnya.

Melihat kondisi seperti itu, aktivitas Anda dalam melakukan renovasi rumah tentunya akan banyak mengganggu kehidupan tetangga Anda. Tidak hanya mengganggu dalam hal suara (pukulan palu, bahan bangunan jatuh, dsb.), namun juga debu yang dihasilkan akan mengganggu pernapasan tetangga.

Lantas etika apa saja yang harus kita perhatikan pada saat melakukan renovasi rumah? Berikut ini lima etika yang wajib Anda pahami dalam hal renovasi rumah.

5 Etika Penting Renovasi Rumah

Sosialisasi
Sebaiknya Anda melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada tetangga ketika renovasi rumah
  • Sosialisasi

Etika pertama yang harus diperhatikan dalam merenovasi rumah adalah bersosialisasi. Maksudnya adalah dengan terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan tetangga Anda. Tentunya hal itu apabila rumah Anda pada bagian dinding samping menempel dengan hunian tetangga.

Apabila telah terjalin komunikasi yang baik dan tetangga Anda tidak merasa keberatan akan gangguan yang ditimbulkan dari proses renovasi, baik itu suara bising atau gangguan lainnya. Maka rencana renovasi rumah Anda akan berjalan dengan baik kedepannya. Dan hubungan antar tetangga Anda tetap terjalin dengan baik.

  • Pembatas

Setelah terlebih dahulu berbicara dengan tetangga bahwa Anda akan merenovasi hunian tempat tinggal. Etika berikutnya adalah dengan membuat pembatas. Adapun yang dimaksud dari pembatas ini adalah Anda memasang suatu batasan antara hunian Anda dengan tetangga. Hal itu berguna untuk menghindari debu, kotoran ataupun berbagai partikel lainnya yang akan masuk ke rumah tetangga.

Perlu kita ketahui bahwa partikel-partikel yang ditimbulkan akibat tahapan renovasi dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, seperti salah satu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sehingga, dengan Anda memasangkan batasan, maka dapat meminimalisikan dampak negatif dari proses renovasi.

  • Penetapan Jam Kerja Kontraktor atau Tukang Bangunan

Berikutnya etika yang wajib Anda lakukan adalah dengan menetapkan jam kerja untuk kontraktor atau tukang bangunan yang akan mengerjakan hunian Anda. Buatlah jadwal kerja di jam-jam yang tidak akan mengganggu waktu istirahat tetangga Anda, terkhusus pada malam hari.

Dengan begitu, tetangga Anda tetap dapat menikmati waktu istirahat dengan baik dan proses renovasi berjalan lancar. Serta tidak ada keluhan dari tetangga akibat rencana Anda.

  • Peraturan Untuk Jasa Bangunan

Etika keempat adalah dengan membuat peraturan yang berlaku untuk jasa bangunan Anda, diantaranya seperti aturan merokok hingga tata cara buang sampah. Karena bisa saja tetangga Anda merasa keberatan akan polusi yang diakibatkan asap rokok dan ketidakbersihan sisa-sisa bahan bangunan.

Anda Adalah Penanggung Jawab

Renovasi Rumah
Anda adalah penanggung jawab dari proses renovasi rumah Anda

Terakhir, etika yang harus diperhatikan dalam merenovasi hunian adalah dengan Anda menjadi penanggung jawab. Beritahu kepada tetangga Anda bahwa diri Anda-lah yang akan bertanggung jawab apabila terjadi beberapa gangguan, seperti saluran got tersumbat, jalanan menjadi rusak dan lain sebagainya.